Masuk

Sabtu, 01 Desember 2012

Sisakan Sejumlah Pertanyaan Helikopter Tabrak Speedboat






Sisakan Sejumlah Pertanyaan Helikopter Tabrak Speedboat





KOMPAS.com/ DENI ZEBUA
Nana S, salah satu korban tertabrak helikopter dirawat di rumah sakit.


BANJARMASINPOST.CO.ID, BALIKPAPAN – Tragedi langka helikopter menabrak speedboat berpenumpang
masih menyisakan sejumlah pertanyaan. Mengapa helikopter bisa terbang
dengan ketinggian nyaris menyentuh permukaan laut, Selasa (28/11) lalu,
hingga mengakibatkan satu nyawa melayang dan satu orang lagi menderita
patah tulang.

Kepala Kantor Otoritas Bandara Sepinggan Balikpapan,
Ir. Rustino Prawiro MM, mengatakan bahwa pihaknya sempat memeriksa
pilot helikopter seusai insiden. Rustino mendapati alasan sang pilot
bahwa cuaca buruk ketika itu menyebabkan pilot memutuskan untuk terbang
rendah.

Kendati begitu, kata Rustino, pesawat ataupun helikopter
sekalipun sebenarnya tidak wajar melakoni terbang serendah itu kalau
bukan untuk tujuan tertentu.

"Terbang seperti itu memang tidak normal, apalagi sampai dekat dengan permukaan laut," kata Rustino, Jumat (30/11).

Ditambahkannya,
bukan kesimpulan dari pihak otoritas bandara Sepinggan yang digunakan
sebagai kesimpulan sebab musabab helikopter terbang seperti itu hingga
menabrak speedboat. Pembuktian akan dilakukan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) yang berkedudukan di Jakarta.

"Saya sempat berhubungan dengan KNKT. Mereka tanya apakah speedboat ada
kerusakan, tidak. Helikopter ada kerusakan, tidak. Karena itu KNKT akan
memanggil pilot helikopter saja yang datang ke Jakarta untuk
diinvestigasi. Apapun hasilnya dari KNKT nanti. Kalau ada kesengajaan
tentu akan diarahkan ke pihak berwenang," kata Rustino.

Insiden helikopter tabrak speedboat terjadi
di perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur, Selasa (28/11) lalu.
Helikopter jenis Bell 407 milik PT Whitesky Avation (WSA) Services
terbang dari Balikpapan ke langit Kabupaten Penajam Pasir Utara (PPU)
untuk menjalani tes flight setelah pemasangan alat baru pada
bagian autopilotnya. Kapten Willy Barke Punay menjadi pilot helikopter
itu bersama sejumlah enginer, saat itu. Helikopter dijadwalkan terbang
di bawah 500 kaki (150 meter) sekitar pukul 15.05 dan mendapat lokasi di
atas Penajam seperti diarahkan Air Trafic Control (ATC) Bandara
Sepinggan.

Satu jam kemudian, ketika helikopter mengarah dari
Penajam ke Balikpapan, helikopter terbang sangat rendah di permukaan
laut. "Katanya saat itu langit gelap, maka pilot terpaksa terbang
rendah. Menurut pilotnya, ketika menurunkan heli itu mereka di dalam
heli merasa ada benturan dengan sesuatu. Helikopter berputar untuk
melihat benturan apa. Karena melihat speedboat tetap melaju normal maka helikopter pun kembali ke bandara," kata Rustino.

Atas
tragedi ini, Willy, sang pilot, dipastikan akan diperiksa oleh KNKT
paling cepat Senin (3/12) besok. "KNKT akan meminta secara resmi sang
pilot ke Jakarta untuk diinvestigasi. Permintaan resmi hari ini. Jadi
kalau Senin pilotnya ke sana jangan dibilang dia 'lari'. Hasil
investigasi KNKT nanti bila ditemukan kesengajaan atau ketidakwajaran,
maka sanksinya bisa saja izin pilot ditarik atau bahkan diserahkan ke
yang berwajib. Tergantung investigasi KNKT," kata Rustino.

Masuk Ranah Hukum
Meski
tragedi helikopter tabrak speedboat menyebabkan satu orang tewas dan
satu patah tulang, polisi hanya bisa menunggu hasil pemeriksaan KNKT
maupun otoritas bandara terhadap pilot dan orang-orang terkait insiden.
Hasil pemeriksaan dan investigasi itu akan menjadi kesimpulan polisi
untuk menetapkan pasal sangkaan pada si pilot helikopter.

"Pasti
masuk ke ranah hukum. Hanya saja sekarang ini perlu dikaji otoritas
bandara, karena ada terkait instansi yang bisa menilai tentang manuver,
kerendahan atau maksimal terbang. Sekarang belum bisa disimpulkan. Saya
kira beberapa hari ke depan bisa didapat kesimpulannya," kata Kadiv
Humas Polda Kaltim Kombes Antonius Wisnu Sutirta.

Setidaknya, kata
Wisnu, dari kepolisian telah dilakukan pemeriksaan pada pilot, tiga
orang yang ikut serta dalam helikopter, enam warga sekitar yang melihat
langsung kejadian, juga seluruh penumpang korban. "Tetapi masih perlu
kajian dari otoritas bandara bila hendak  ke ranah hukum," kata Wisnu.

 














Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDOMAN SEBELUM KOMENTAR
Kami sangat senang atas semua tanggapan anda terhadap artikel yang kami muat bangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, segera laporkan ke Admin kami.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar

 

Arsip Blog

Friends Blog

Copyright © 2011. Berita Aneh Unik Dunia - All Rights Reserved
Template Created by MybloG
Proudly powered by Blogger