Masuk

Minggu, 02 Desember 2012

Instruktur Tembaki Tetangga yang Adakan Pesta






Instruktur Tembaki Tetangga yang Adakan Pesta





SHUTTERSTOCK
Ilustrasi


BANJARMASINPOST.CO.ID, SETE - Seorang instruktur menembak di
Perancis Selatan marah kepada tetangganya karena mengadakan pesta dan
menyebabkan kebisingan, sehingga dia mengamuk pada Sabtu (1/12/2012)
pagi. Akibatnya, dua orang tewas dan dua orang lainnya mengalami luka.
Demikian penuturan polisi.

Awalnya, pria berusia 49 tahun yang
menjadi instruktur di sebuah tempat latihan menembak itu hanya turun ke
bawah untuk menemui tetangganya yang sama-sama tinggal di sebuah
apartemen di kota Sete, Perancis, tersebut. Dia meminta mereka yang
sedang merayakan pesta hari ulang tahun itu untuk mengecilkan musik.

Ketika
mereka menolak permintaannya, sang instruktur pun memberikan
peringatan: "Saya akan pulang ke rumah dan saya akan kembali untuk
membunuh kalian," ujar jaksa lokal, Brice Robin.

Ternyata benar,
karena instruktur itu menepati janjinya. Menurut polisi, dia kembali
pada pukul 02.00 dini hari, dan langsung menerobos masuk ke apartemen
tetangganya tersebut, serta melepaskan tembakan.

Kemarahan yang
memuncak itu membuat sang instruktur tak bisa menahan emosi. Dia terus
mengejar dan menembaki para peserta pesta yang lari kocar-kacir karena
ketakutan. Satu orang sempat menelepon polisi memberitahukan situasi
tersebut, sebelum dia jatuh pingsan.

Menurut Robin, akibat
peristiwa itu tiga orang laki-laki dan seorang wanita mengalami luka.
Pada Sabtu malam, dia mengumumkan bahwa dua korban, yakni lelaki berusia
42 tahun dan 36 tahun akhirnya meninggal dunia di rumah sakit karena
luka yang dialami cukup parah. Pria yang lebih muda itu adalah penyewa
di apartemen itu. Sedangkan sang wanita dilaporkan dalam kondisi kritis.
Dia terus berjuang untuk tetap hidup.

Seorang anak kecil yang
tidur di apartemen itu saat kejadian, selamat dari cedera, begitu juga
dengan satu pasangan yang bersembunyi di bawah meja, selama sang
instruktur mengamuk.

Menurut para tetangga, instruktur tersebut
memang seorang yang sangat tertutup dan senang menyendiri. Usai
melakukan penembakan tersebut, dia dengan tenang kembali ke kamarnya,
lalu menyerahkan diri kepada polisi tanpa perlawanan.

Di hadapan
polisi, sang instruktur mengatakan bahwa dirinya sedang menjalani
pengobatan "karena dia tidak bisa tidur" sejak jam kerjanya berubah 18
bulan lalu. Perubahan jam kerja itu memaksanya untuk bangun pukul 04.00
pagi.

Dalam penggeledahan apartemen sang instruktur, polisi
menemukan enam senjata api, termasuk yang digunakan dalam insiden tragis
itu. Ditemukan pula sekitar 5.000 amunisi.
















Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PEDOMAN SEBELUM KOMENTAR
Kami sangat senang atas semua tanggapan anda terhadap artikel yang kami muat bangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, segera laporkan ke Admin kami.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.

Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar

 

Arsip Blog

Friends Blog

Copyright © 2011. Berita Aneh Unik Dunia - All Rights Reserved
Template Created by MybloG
Proudly powered by Blogger