Warga Meranti Mengeluhkan Bau Kotoran Sapi
Baca Juga
- Sembilan SD Mendapatkan Alat Olahraga
- Sidang MK Pilkada Kapuas Digelar Senin
- Angka Penderita DBD di Kapuas Meningkat
- Pada November Ini Penderita DBD Meningkat
- Kapuas Sejak Malam Diguyur Hujan
- Soal Sutan Hina Gus Dur, Demokrat Himbau GP Ansor Tak Demo
BANJARMASINPOST.CO.ID, KUALAKAPUAS - Warga kawasan Jalan Meranti Kualakapuas, mengeluhkan bau kotoran sapi pada saat kotoran tersebut terbawa arus air di belakang rumah warga.
Bau kotoran sapi tersebut berasal dari rumah potong hewan atau RPH, yang berjarak hanya sekitar 300 meter dari kompleks perumahan penduduk.
Zionawa, dari komisi III, Fraksi Demokrat yang rumahnya berjarak beberapa ratus meter dari RPH kepada wartawan, Jumat (30/11/2012) mengemukakan, pada musim penghujan saat ini, kotoran sapi ikut terbawa air.
Itu disebabkan RPH tak membuat selokan atau selokannya mampet. "Dalam masalah ini saya berharap kepada Dinas Peternakan untuk segera melakukan pemagaran tembok setinggi 3 meter. Selama ini keberadaannya meresahkan warga, yakni kotorannya mengeluarkan aroma yang kurang sedap," katanya.
Dia berharap agar pihak Dinas Peternakan membuat pagar tembok serta membuat saluran kotoran sapi yang tertutup.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kapuas, Ir Tangkasiang, Jumat (30/11/2012) mengatakan, pihaknya memahami apa yang dikeluhkan oleh warga sekitar RPH.
Ditambahkannya, untuk membangun pagar keliling, dananya sangat besar. "Dana yang dibutuhkan membangun pagar beton sekitar Rp 200 juta," katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
PEDOMAN SEBELUM KOMENTAR
Kami sangat senang atas semua tanggapan anda terhadap artikel yang kami muat bangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, segera laporkan ke Admin kami.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar