Rhoma Irama Cari Dukungan Politik di Basis NU
Rhoma Irama memberikan semangat kepada masyarakat agar memilih pemimpin yang baik di Gresik.
Baca Juga
- Prabowo Punya 1,3 Juta Pengikut di Facebook
- Warga Kaget Gunung Lokon Kembali Meletus
- Dibisiki Almarhum Istri, Chan Nekad Bunuh Diri
- Oknum Propam Polda Jadi Beking Curanmor
- Sisakan Sejumlah Pertanyaan Helikopter Tabrak Speedboat
- Bakas Igutan
BANJARMASINPOST.CO.ID, GRESIK - Raja Dangdut Rhoma Irama yang siap menjadi calon presiden (Capres) 2014 juga mengenalkan diri sebagai warga Nahdlatul Ulama (NU) yang tidak struktural.
"Secara kultural Rhoma Irama NU tetapi secara struktural Rhoma bukan anggota NU, jadi bisa diterima di semua kalangan masyarakat. Contohnya yang dilakukan warga NU yaitu memakai Sorban, melakukan Tahlilan dan Tasbihan," kata Rhoma Irama kepada masyarakat Desa Siwalan, Kecamatan Panceng, Sabtu (1/12/2012).
Kesiapan Rhoma Irama menjadi Capres 2014 ini atas desakan para pendukungnya sejak tahun 2004 dan 2009. "Sejak 2004 ada kelompok politisi dan ulama mendorong menjadi presiden dengan dibuatkan Parpol, sebab para ulama ingin saya yang menjadi presiden Indonesia, tapi saya menolaknya," imbuhnya.
Pemilihan Presiden sekarang ini dengan sistem 'One Man One Vote' satu orang satu suara, maka masyarakat yang menentukan kekuasaan di Indonesia.
Desakan kepada Rhoma kembali terjadi pada tahun 2009 agar menjadi Cawapres, tapi tetap ditolak oleh Rhoma. Namun kini situasi politik berbeda. "Ada seorang ulama habaib mengatakan saya telah menjadi ikon Islam. Saya harus harus siap. Saya pada posisi yang tidak bisa menolak," kata Rhoma.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
PEDOMAN SEBELUM KOMENTAR
Kami sangat senang atas semua tanggapan anda terhadap artikel yang kami muat bangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, segera laporkan ke Admin kami.
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar nuansa kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.
Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar